113 Mahasiswa UPB Raih Gelar Sarjana Pertanian

113 Mahasiswa UPB Raih Gelar Sarjana Pertanian

Sebanyak 113 mahasiswa periode TA 2020 dan 2021 telah resmi meraih gelar sarjana Pertanian. Perolehan gelar sarjana tersebut, diterima saat Fakultas Pertanian Universitas Panca Bhakti (UPB) Pontianak menggelar yudisium di hotel Ibis, Pontianak, pada Selasa 30 Maret 2021.
Pada Yudisium tersebut, dihadiri oleh para pimpinan Universitas dan Fakultas.

Rektor UPB Pontianak, Dr. Purwanto menyampaikan, bahwa pelaksanaannya yudisium tersebut tetap menerapkan protokol kesehatan dengan sangat ketat.

Sebagaimana, yudisium tersebut memang dipersiapkan secara maksimal dan untuk itu tindakan pencegahan penyebaran virus Covid-19 juga menjadi prioritas utama.

“Tentunya seluruh peserta yudisium wajib melakukan rapid dan swab tes, apalagi banyak dari mahasiswa yang berasal dari luar kota Pontianak. Kita juga memfasilitasi pengadaan tes tersebut bagi seluruh tamu undangan,” jelasnya.

Selama prosesi tersebut juga panitia tidak lupa untuk selalu mengingatkan seluruh peserta agar tetap menjaga jarak, mencuci tangan dan menggunakan masker selama kegiatan berlangsung.

Purwanto juga berharap kepada mahasiswa yang sudah mendapatkan gelar sarjana bisa mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh di kalangan masyarakat.

Mengelola Sampah Rumah Tangga Menjadi Sampah Organik

Mengelola Sampah Rumah Tangga Menjadi Sampah Organik

Berdasarkan Undang-Undang No. 18 Tahun 2008, sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia dan/atau proses alam yang berbentuk padat. Pengelolaan sampah dimaksudkan adalah kegiatan yang sistematis, menyeluruh, dan  berkesinambungan yang meliputi pengurangan dan penanganan sampah.

Berdasarkan sifat fisik dan kimianya sampah dapat digolongkan menjadi: 1) sampah ada yang mudah membusuk terdiri atas sampah organik seperti sisa sayuran, sisa daging, daun dan lain-lain; 2) sampah yang tidak mudah membusuk seperti plastik, kertas, karet, logam, sisa bahan bangunan dan lain-lain; 3) sampah yang berupa debu/abu; dan 4) sampah yang berbahaya (B3) bagi kesehatan, seperti sampah berasal dari industri dan rumah sakit yang mengandung zat-zat kimia dan agen penyakit yang berbahaya.

Upaya pemilahan dan meminimalisir volume sampah dari mulai sampah ditimbulkan di lokasi timbulan sampah, khususnya di  rumah tangga, akan mempermudah dan meningkatkan efisiensi pada totalitas sistem persampahan. Kelurahan Pasiran belum melakukan pemanfaatan sampah rumah tangga secara maksimal, sehingga sampah masih dianggap sebagai limbah saja.

Untuk ini, diperlukan suatu pemecahan masalah, dimana salah satunya dengan mengolah sampah organik menjadi pupuk. Prioritas dalam kegiatan pengabdian yang dilaksanakan berfokus pada cara bagaimana memanfaatkan mengolah sampah basah rumah tangga.

Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan ini adalah sebagai dorongan kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran lingkungan dan mengetahui tentang pentingnya inovasi berbahan baku sampah sehingga mampu memanfaatkan sampah rumah tangga. 

Bahan untuk pembuatan pupuk organik sangat mudah diperoleh karena tersedia disekitar kita, dan cara pembuatannya pun sangat mudah semua orang bisa membuat baik dalam skala besar maupun untuk keperluan pekarangan rumah sendiri.

Akan tetapi masih kurangnya pengetahuan dan keterampilan tentang pembuatan pupuk organik berbahan sumber daya lokal, membuat masyarakat enggan untuk membuatnya, maka dari itu perlu adanya pelatihan pembuatan pupuk organik.

Adapun sampah rumah tangga yang bisa dijadikan bahan baku pembuatan pupuk organik dalam hal ini kompos adalah sampah basah rumah tangga yang terdiri dari sisa sayuran, sisa buah-buahan, sisa nasi dimana semua ini biasanya dibuang begitu saja.

Kegiatan dilakukan melalui beberapa tahap yaitu diawali dengan penjelasan jenis sampah rumah tangga, proses pemilahan sampah, dan proses pengolahan sampah basah.

Hasil kegiatan ini adalah adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai jenis sampah, pentingnya untuk melakukan pemilahan sampah basah dan sampah kering dan pengolahan sampah basah rumah tangga dan adanya motivasi peserta untuk mengolah sampah basah rumah tangga menjadi pupuk organik.

Dari kegiatan ini masyarakat tidak perlu lagi beli pupuk tapi bisa membuat pupuk sendiri dari sampah rumah tangga yang ada. Kesadaran dan motivasi ini perlu ditimbulkan dan ditingkatkan demi menjaga lingkungan bersih dan mendukung program zero waste dari pemerintah.

Upaya Revitalisasi Peran Pemuda Kampung Tenun Batu Layang dalam Penerapan Konsep Zero Waste

Upaya Revitalisasi Peran Pemuda Kampung Tenun Batu Layang dalam Penerapan Konsep Zero Waste

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bekerjasama dengan Kelompok Pemuda Kampung Tenun di Kelurahan Batulayang dilaksanakan pada tanggal 20 November 2020.

Tujuan dari kegiatan ini adalah 1) untuk mengurangi masalah sampah baik organik dan anorganik, 2) menjadikan sampah yang dihasilkan oleh rumah tangga yang dapat memberikan tambahan pendapatan bagi para pemuda 3) menjadi motivator bagi komunitas pemuda lainnya dalam upaya penerapan zero waste.

Kegiatan berlangsung selama kurang lebih 2 jam, yang dimulai dengan pemaparan mengenai pemilahan sampah yang nantinya menuju ke konsep zero waste.Dilanjutkan dengan penjelasan mengenai pembuatan keranjang Takakura yang merupakan salah satu alternatif dalam pengelolaan sampah skala rumah tangga.

Penggunaan keranjang Takakura sebenarnya sudah dikenal di beberapa wilayah di kota-kota di Indonesia. Metode pengelolaan sampah dengan keranjang Takakura ini pertama kali dikenalkan oleh Koji Takakura di Surabaya dan menjadi salah satu pengelolaan sampah skala rumah tangga yang cukup berhasil.

Di akhir kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan praktek secara langsung pembuatan keranjang Takakura serta praktek pembuatan kompos dari sisa sampah rumah tangga.

PKM yang merupakan kegiatan yang didanai oleh UPB ini disambut dengan sangat antusias oleh kaum muda di Kampung Tenun. Ini terlihat dari semangat yang ditunjukkan oleh Ketua Kampung Tenun Ibu Kurniati dan Wakil Ketua Ibu Julia, SE, berserta beberapa pemuda yang mempunyai peran aktif di Kampung Tenun dimana nantinya mereka diharapkan dapat meneruskan pengetahuan dan pengalaman mengenai pengelolaan sampah rumah tangga melalui Metode Keranjang Takakura.

PERPANJANGAN PEMBAYARAN BPPT

PERPANJANGAN PEMBAYARAN BPPT

PENGUMUMAN

  1. Pembayaran BPPT (daftar ulang) diperpanjang hingga tanggal 17 Oktober 2020.
  2. Pembayaran dapat dilakukan melalui:
  3.  

    • Halaman Siakad Universitas Panca Bhakti: http://siakad.upb.ac.id
    • Virtual Account Bank BRI, Bank BNI, Bank Mandiri
    • Modern Channel Seperti Alfamart, Pegadaian, Kantor Pos, ATM Transfer
  4. Tata cara pembayaran dapat dilihat di akun Youtube Resmi Universitas Panca Bhakti “UPB Official” dan juga di halaman Siakad Universitas Panca Bhakti.
PENGUMUMAN MAHASISWA PENERIMA BANTUAN UKT/SPP SEMESTER GANJIL 2020/2021

PENGUMUMAN MAHASISWA PENERIMA BANTUAN UKT/SPP SEMESTER GANJIL 2020/2021

Menyikapi dampak yang diakibatkan oleh pandemi covid-19, dengan ini Universitas Panca Bhakti mengambil langkah untuk memberikan Bantuan UKT/SPP Semester Ganjil Tahun Akademik 2020/2021, kepada beberapa mahasiswa. 

Keputusan Rektor Nomor : 135/SK/REK-UPB/J.02/2020, Tentang : PENETAPAN MAHASISWA PENERIMA BANTUAN UKIT/SPP MAHASISWA PADA SEMESTER GANJIL TAHUN AKADEMIK 2020/2021.

Berikut kami infokan nama-nam mahasiswa penerima bantuan UKT/SPP pda semester ganjil tahun akademik 2020/2021.

download Pengumuman disini...

Pin It on Pinterest

WhatsApp chat