Upacara HUT RI Ke-74 oleh Civitas Akademika Universitas Panca Bhakti

Pengibaran sang saka merah putih berlangsung khidmat di lapangan Universitas Panca Bhakti, sabtu pagi (17/08/2019). Terlihat Masyarakat disekitar yang sebelumnya hilir mudik di jalan raya, berhenti sejenak untuk menghormati jalannya prosesi pengibaran. Diikuti oleh seluruh sivitas akademika Universitas Panca Bhakti, upacara ini menjadi momen sakral dalam memperingati hari kemerdekaan RI ke 74 ini. Kehadiran keluarga besar almamater kuning dalam peringatan detik-detik proklamasi, merupakan salah satu bentuk dedikasi tinggi yang mereka berikan pada Negara.

Setelah berakhirnya upacara pengibaran bendera, kemudian diadakan acara ramah tamah. Hal ini dilakukan untuk mengenalkan karyawan-karyawan baru dan semakin memperkuat persaudaraan yang terjalin baik antara dosen, karyawan dan seluruh mahasiswa. (MP)

 

UPB Hadiri 5th International Symposium Di Semarang

Indonesia kini mengalami peningkatan yang begitu pesat baik dalam pertumbuhan penduduk, pembangunan ekonomi, dan perkembangan pada sektor industri. Berbagai hal ini tentunya berbanding lurus dengan permintaan energi yang semakin tinggi. Keberadaan nuklir sebagai salah satu sumber energi terbarukan, kini semakin dipertimbangkan sebagai opsi yang potensial dalam memasok kebutuhan energi yang begitu besar.

Untuk itu pada 5th International Symposium yang digelar oleh UNNES bekerja sama dengan BATAN, mengangkat tema “Application of Nuclear Technology As A Key Element To Promote Competitive National Industrial Products: Energy, Health, Agriculture, Industry And Environment”. Diadakan di Aula Dekanat gedung D12, lantai 3 FMIPA, UNNES, selama 3 hari mulai dari 13-15 Agustus 2019. Kegiatan ini mengundang berbagai pihak, mulai dari petinggi WANTIMPRES RI, para ahli, pelaku industri baik dari dalam dan luar negeri, Presdir JAIFF ICC Japan Dr.Akiho Toba, Dir CZEC CNNC China dan Advosor Rossatom Rusia Dr.Vledemir Artisyuk, Akademisi hingga Gubernur Kalimantan Barat H. Sutarmidji, S. H., M. Hum.

UPB menjadi salah satu dari dua PT di Kal-Bar, yang berkesempatan untuk dapat mengikuti kegiatan berskala Internasional ini. Diwakili oleh Dr. Ir. Sigit Sugiardi, MP selaku Pembantu Rektor 3, yang bertugas untuk dapat menjalin kerjasama di bidang energi, kesehatan, industri, pertanian dan lingkungan. Dikatakan oleh Beliau bahwa UPB saat ini sedang bersinergi dalam membangun UPB menjadi kampus unggul. (MGP)

Rektor UPB Terpilih Dampingi Kepala LLDIKTI Wilayah XI Dalam Forum Ruai

Kepala LLDIKTI wilayah XI Prof. Dr. Ir. H. Udiansyah MS, menjadi narasumber pada salah satu stasiun tv lokal, Ruai Tv pada jumat (9/8/2019). Berlokasi di Siantan Hulu, Ruai tv memiliki program acara berupa talkshow yang bernama Forum Ruai. Berdurasi selama satu jam, program ini mengangkat tema “Upaya Peningkatan Mutu Perguruan Tinggi Swasta di Lingkungan LLDIKTI Wilayah XI Kalimantan”. Diambilnya tema ini bertepatan dengan tahun ajaran baru, dimana banyak masyarakat mencari PT terbaik untuk dipilih sebagai tempat dalam mengemban ilmu.

Pada kesempatan ini, Rektor Universitas Panca Bhakti terpilih untuk dapat mendampingi kepala LLDIKTI sekaligus membahas mengenai implementasi SPMI pada UPB. Sebagai salah satu PTS terbesar di Kota Pontianak, kampus kuning ini patut berbangga diri dengan pencapaian yang telah diraihnya. UPB sendiri telah terakreditasi B oleh BAN-PT, baik dari tingkat Universitas hingga keseluruhan prodi. “Saat ini kita bahkan memiliki prodi unggulan berupa Ilmu Hukum dan Agroteknologi, yang nilainya hampir mendekati A. kedua prodi ini juga sedang dalam proses pengajuan untuk Re-Akreditasi. Semoga hal ini bisa segera terwujud”, ujar Dr. Purwanto, SH, M.Hum.

Dikatakan oleh Prof. Dr. Ir. H. Udiansyah MS, bahwa di pulau Kalimantan sendiri terdapat setidaknya 170 PTS. Tetapi jumlah PTS yang memiliki akreditasi baik sangatlah sedikit. “Maka itu, perlu adanya kesadaran akan pentingnya akreditasi Perguruan Tinggi. masyarakat sekarang sudah cerdas, akreditasi menjadi satu dari banyak hal yang dipertimbangkan”, imbuh beliau. Sebagai kepala LLDIKTI beliau juga mengapresiasi UPB, yang semakin gencar dalam meningkatkan mutu dan kualitas kampus. (MGP)

Berlangganan Listrik Premium, UPB Mantapkan Langkah Menjadi Kampus Cyber

Bercita-cita membangun UPB menjadi Universitas terdepan, unggul dan mampu bersaing pada era digital, UPB kembali melanjutkan strateginya dalam mewujudkan kampus cyber. Setelah diadakannya pelatihan Siakad versi 4.0, kini UPB juga telah beralih ke listrik premium. Jum’at (09/08/2019), Pimpinan PT PLN Persero Wilayah Kal-Bar, datang berkunjung ke kampus kuning ini untuk menindaklanjuti MoU mengenai perubahan UPB menjadi pelanggan listrik premium.

Peralihan menuju listrik premium merupakan hal yang krusial, karena menjadi kampus cyber tentunya diperlukan peningkatan teknologi berbasis IT. “Listrik menjadi penunjang utama bila ingin mewujudkan kampus cyber yang kita impikan. Selain peningkatan, tentu kedepannya juga harus dilakukan pemeliharaan yang baik”, ujar Rektor UPB bapak Dr. Purwanto, SH, M.Hum. (MGP)

Rekrut Dosen Unggulan, UPB Siap Cetak SDM Berdaya Saing

Pontianak, Upaya dalam penataan Perguruan Tinggi, tentunya bukanlah hal yang mudah. tidak hanya berfokus pada pembangunan gedung saja, tetapi penjaminan pada mutu pendidikanlah yang menjadi prioritas utama. “Jadi penguatan mutu bersifat sangat penting dan menentukan bagi maju mundurnya Perguruan Tinggi. Kita harus mampu meningkatkan kualitas, baru bisa bersaing dengan Perguruan Tinggi yang besar lainnya”, jawab Rektor Universitas Panca Bhakti Dr.Purwanto, SH, M.Hum baru ini kepada wartawan di Rektorat UPB.

Salah satu strategi UPB untuk dapat bersaing dengan PT lainnya, ialah dengan merekrut dosen-dosen muda dan baru dari berbagai Universitas unggulan/terkemuka di Indonesia. Para dosen ini terdiri dari lulusan ITB, UGM, IPB, Univ Telkom, Udayana, UNS, UMS, Brawijaya, dan Untan. “Dengan adanya perekrutan tenaga pendidik dari berbagai universitas unggul tersebut, semoga dapat mewarnai dan merubah atmosfir akademik UPB menjadi lebih baik”, seru Dr. Purwanto, SH, M.Hum.

Relasi, supervisi dan koordinasi yang baik serta optimal oleh organ yayasan kepada Universitas sebagai pelaksana, menjadi modal sosial dalam meningkatkan percepatan untuk mengembangkan dan membesarkan Universitas Panca Bhakti sebagaimana yang dicita-citakan oleh para pendiri dalam mewujudkan Universitas yang terdepan dan terkemuka. Rektor Purwanto mengatakan dengan adanya penambahan dosen-dosen baru dan muda dari lulusan Universitas terkemuka ini, diharapkan juga dapat meningkatkan semangat baru dalam proses belajar mengajar sehingga lulusan UPB semakin diperhitungkan. Proses penerimaan sendiri bersifat terbuka untuk umum, dengan melalui serangkaian tes yang telah disiapkan. Mulai dari seleksi administrasi, TPA, tes wawancara, mengajar dan tes piskotes dengan mengutamakan jiwa tenaga pendidik yang bersifat positif.

Rekrutmen ini berjalan seiringan dengan upaya mengakomodasi statuta Universitas Panca Bhakti dimana pendidikan akan dipilah menjadi 3 bagian, yakni Pendidikan Vokasional, Pendidikan Fakultas-Fakultas dan Pendidikan Pascasarjana. Direncanakan dosen-dosen baru inilah yang akan memperkuat SDM pada prodi-prodi baru yang masih dalam proses pengajuan, diantaranya: Prodi Vokasional DIII fisioterapi, D III Budidaya Perkebunan Kelapa Sawit, dan Prodi S1 Rekayasa Infrastruktur dan Lingkungan pada Fakultas Teknik. Dengan demikian volume kegiatan pengajaran dan pendidikan juga dilakukan peningkatan. UPB juga telah  menjalin kerja sama dengan berbagai Perguruan Tinggi, baik dari dalam ataupun luar negeri seperti Malaysia, Singapura, Filipina, Kamboja, Brunei Darussalam, dll. Disamping itu, hal ini dilakukan untuk proses regenerasi dalam mengisi kekosongan yang ada, mengingat banyak dari dosen UPB senior yang telah memasuki masa pensiun.

Tentunya kemajuan kampus bukan hanya bergantung pada kualitas dosen ataupun keaktifan mahasiswa semata. Perlu adanya lulusan UPB yang bersifat mandiri dan berjiwa enterprenuer. Didukung pula dengan semakin banyak hasil penelitian yang bermutu, dan dipublikasi secara online yang berskala jurnal internasional, Demikian Rektor mengakhiri keterangannya. (R)

WhatsApp chat